Our Engagement

Thursday, November 14, 2019 0 Comments A + a -



Malam itu, RRM menghubungiku, bahwa, orang tuanya akan datang 1 minggu lebih cepat ke rumah. Yang artinya waktu lamarannya akan dipercepat. Kaget ya, jelas. Alhasil mamah ketar ketir untuk menyiapkan segala hal. Karena aku di Jakarta baru dua minggu bekerja, jadi aku juga tidak bisa banyak membantu.

RRM banyak bertanya perkara kebiasaan lamaran di keluargaku, tentang apa yang harus dibawa, berapa uang yang harus diberi dan bagaimana skenarionya saat bertemu nanti. Memang sih, RRM sangat strict masalah planning, sedang aku sebaliknya. Terlalu let it flow. Jadi RRM sempat gemas menghadapiku. Dan itu sudah jadi bahan evaluasi kita kedepannya.

Tapi bagaimanapun tanggal 23 Juni 2019, RRM tetap melamarku.

Menemukan Keindahan Menulis

Wednesday, November 13, 2019 0 Comments A + a -




Daya tahan. Aku sempat bodoh, karena sempat meniatkan diri untuk menyerah dari kumparan kurang dari 3 bulan bekerja. Padahal saat itu, aku hanya sedang baper karena merasa belum perform.

Desakan orang tua yang memintaku untuk kerja di BUMN juga mulai mengisi ruang hatiku saat itu. Tapi... hati kecil masih terus bertanya-tanya, mau kerja apa kalau bukan di media? Karena yang ku yakini saat ini, basic skillku paling memungkinkan untuk dimaksimalkan ya di industri media. Kalau sudah tau itu kan, kenapa harus memulai sesuatu yang kita sendiri masih mencari cocok-cocoknya to’? Lebih baik langsung tancap gas bukan?

Dan pada akhirnya aku memilih untuk bertahan dan beradaptasi. Just spill it out.

Cara Mencari Lowongan Kerja di Internet

Sunday, June 30, 2019 0 Comments A + a -

Halo, sesuai janjiku di Instagram, aku mau berbagi pengalaman soal perjalanan karir pertamaku di blog ini. Dari mencari hingga mulai bekerja selama 3 minggu di kumparan. Tapi karena banyak hal yang akan aku tulis, aku akan bagi obrolan tersebut ke beberapa bagian ya beb. Lumayan panjang soalnya. 

Oya, alasanku menulis seperti ini karena, banyak juga nih ternyata, teman-teman yang masih bingung dan belum lihai melihat peluang kerja di internet. Jadi semoga artikel ini bisa sedikit membantu ya. Langsung aja. Cuss..

Sebelum bertempur untuk apply sana sini, hal yang pertama aku bereskan adalah mengisi profil LinkedIn, membuat CV, menghimpun portfolio, dan menulis cover letter. Mengisi profil LinkedIn itu memang agak tricky. Kita harus sering-sering berkunjung ke profil orang lain untuk mencari referensi dalam menulis deskripsi profil misalnya, dsb. Selain itu, jangan terlalu banyak juga menuliskan pengalaman. Saran aku sih, kamu harus mulai menyeleksi pekerjaan dan pengalaman yang terbaru, termengesankan dan sesuai dengan pekerjaan yang bakal kamu apply saja. Kalau LinkedIn ku sekarang lebih diarahkan ke pengalaman yang berkaitan dengan media online tentunya. 

Sebagai refrensi, ini link ke profil LinkedInku ya, klik aja.

Kalau untuk CV dan portfolio, inspirasiku tidak lain dan tidak bukan berasal dari Pinterest!! Yeay!! Karena emang udah lucu-lucu abis lah. Nah nanti tinggal ikutin aja layoutnya di Photoshop. Kalau mau lebih simpel coba bikin di Canva.com aja ya. Karena banyak templatenya juga. Jadi kita tinggal isi aja gitu deh :) 

Nah kalau cover letter, googling aja, kalau googling usahakan keywordnya pake bahasa inggris, karena aku biasanya ngelampiri cover letter juga pake bahasa inggris. 

Oya, baca-baca juga ya etika mengirim email ke HRD perusahaan. Perhatiin dan praktikan baik-baik deh setelah itu. 

Okey, setelah semua alat tempur siap, baru deh kita cari-cari pekerjaan baik online maupun offline. Kalau online aku cari-cari info di: 

  • Platform jobseeker seperti LinkedIn, Glints, StreetJobs, dll. 
  • Website karir perusahaan bersangkutan 
  • Grup WA/Telegram jobseeker 
  • WA personal ke keluarga dan kenalan
Kalau offline aku hanya pernah datang sekali ke Jobfair. 

Untuk informasi saja ya, aku menganggur lumayan lama loh, sekitar 5 bulan lamanya. Terhitung dari Januari sampai Juni kemarin. Nah selama lima bulan tersebut, aku dapat 4 kali panggilan pekerjaan dari sekian (saking banyaknya aku apply) pekerjaan yang aku lamar. Perusahaan tersebut adalah PKSS (dapat dari Jobfair), ITC (dapat dari job fair), kumparan (lamar di web) dan Angkasa Pura (ikut seleksi BUMN bersama). Sisanya dapat beberapa tawaran pekerjaan dari teman, jadi manager untuk ollshop seniorku dan jadi editor video untuk kak Wardah Maulina. Cuma pada akhirnya, pilihanku jatuh di kumparan. 

Nah, dari sekian cara mencari pekerjaan, aku merekomendasikan jalur daftar di web sih. Karena itu lebih seru aja, dan bisa jadi belum tentu banyak yang tau info lowongan tersebut. Dulu tuh saking gabutnya 5 bulan, aku sering ngunjung web karirnya Kitabisa, Google, WhatsApp, Line, Aksi Cepat Tanggap, perusahaan media tv dan banyak lagi. Gimana caranya? Yaudah kamu ketik aja di google dengan keyword: (perusahaan yang dituju) karir, kumparan karir misalnya, atau google career, dst. Nah disitu bakal muncul posisi-posisi yang kosong dan tahapan applynya. Sebisa mungkin aku apply pekerjaan yang ga populer di LinkedIn atau sosmed pencari pekerja, karena berharap saingannya lebih sedikit hahaha. Karena kalo ngandelin infroman ketiga mah saingannya banyak ceu. Jadi saran aku mah, apply mandiri aja ya lewat web gitu. Dan sesuai dengan pengalaman, ikutan Job Fair juga cepet banget dipanggil interviewnya sih. Jadi kalau ada kesempatan ikut, cobain ikut deh. Selain punya insight baru tentang perusahaan-perusahaan lain, kita juga dapet merchandise lucu-lucu dari perusahaan yang sedang menggelar pameran ahaha. 

Identifikasi Kebiasaan Jelek Saat Bekerja. Ubah!

Wednesday, June 26, 2019 0 Comments A + a -

Dalam dunia profesional, segala hal bisa jadi aspek penilaian. Karena bekerja kan bentuk kerjasama yang dibayar. Jadi agak sensitif gitulah menurutku kalau ada salah-salah dikit. Nah berdasarkan pengalamanku, ini beberapa kebiasaan buruku yang dinotice saat aku bekerja. Aku share ini supaya kita bisa saling belajar ya. Jangan sampai kamu mengulanginya lagi. 

Lamban Mengerjakan Tugas 
Lamban kalo hati-hati dan bisa menghasilkan hasil yang maksimal menurutku aman-aman aja sih. Dan semoga hal yang sedang dikerjakan itu yang timeless, bukan breaking news.Tapi walau tidak bisa mengejar deadline, jangan terlalu ngaret juga, karena ya ini ngehambat teman-teman yang lain. Kalau dalam kasus aku, aku ga bisa begadang, terus ngerjain kerjaannya dipotong weekend, akhirnya aku ngerjain revisi video sampe 4 hari. Udah termasuk revisi ya itu. Lama bangetlah! Padahal seharusnya bisa satu hari. Aku dapat banyak sindiran halus. Tapi karena masih anak baru, aku masih dapat toleransi. Dengan dalih, "ya namanya juga fresh graduate". 

Tidak Fokus 
Bermain hp dan mengobrol saat bekerja, ini riskan banget sih. Sebenarnya aku ingin pembelaan soal ini, karena aku tidak melakukannya untuk hal pribadi. Tapi kan, orang tidak punya banyak waktu untuk diberikan penjelasan. Jadi sebaiknya, daripada kamu browsing kerjaan di hape dan dituduh main hape, sebaiknya browsing di laptop aja ya!! 

Kebiasaan Menginterupsi. 
Aku pernah ditegur soal ini juga saat kuliah. Ditegur oleh teman satu kelompok. Saat itu dia bilang, "Ul, belajar deh ngedengerin orang,". Jleb. Iya karena otakku rasanya random banget, aku selalu pusing dalam mengeluarkan isi kepala. Kayak kurang tertata gitu loh. Alhasil, ke mulut jadinya berisik, karena kalau gitu ga keluar ide sama sekali. Tapi menyela, disaat orang berpikir juga pasti annoying banget. Makanya, aku ditegur kayak gitu.
Nah kejadian ini terulang lagi kemarin, saat aku minta direvisi judul. Padahal aku yang minta direvisi, tapi kenapa aku juga menyela temanku yang sedang berpikir. Akhirnya dia tidak bisa berkonsentrasi, dan menegurku. 

Tambahan lain yang menurutku harus diperhatikan adalah, cara duduk, datang tepat waktu dan jangan kebanyakan nanya. Cara duduk, coba jangan males-malesan meski tempat duduknya terlalu cozy. Karena aku menyadari aja gitu loh, kebanyakan nyender bikin keliatan kita males dan ga serius. Ga baguslah diliatnya. 

Kalau datang tepat waktu, ngertilah ya, itu udah aturan umum banget yang susah dibiasain, apalagi kalau perusahaannya kayak kantor aku, yang ga ada jam kerja pastinya, ya itu mah bener-bener harus mengandalkan kesadaran diri. Tapi ketika dateng telat, kamu harus malu karena kerjaan kamu harus dihandle sama orang lain, dan orang lain belum tentu suka loh digituin. 

Yang terakhir, jangan kebanyakan nanya. Nah ini, selagi bisa cari sendiri, bisa diamati sendiri, bisa diliat flownya, kerjain dulu. Kalau banyak nanya, keliatan banget kita tuh males mikir dan ga teliti. Jadi yaa, biasakan untuk selalu baca dulu sebelum ngomong. 

HUF!

Saturday, June 22, 2019 0 Comments A + a -

Pukul 16.21 WIB, aku masih di kantor dan menulis blog ini karena beberapa task hampir selesai. Jujur aku masih beradaptasi dengan segala kebiasaan di lingkungan baru, khususnya lingkungan profesional, jadi aku masih belum punya waktu untuk bercerita. Yah jangankan bercerita, buat urus persiapan lamaran di rumah aja aku ga bisa. Makanya di injury time ini, aku hanya sekedar ingin melepas segala ketidak jelasan isi hati. Jujur degdegan.

Hahahaha tapi aku gatau mau nulis apa juga sih.
T________________T
Aku takut.


Persiapan Khitbah

Sunday, May 26, 2019 1 Comments A + a -

Dalam waktu dekat ini, ya pertengahan tahun, insyaAllah pertemuan dua keluarga tersebut akan dilangsungkan secara formal. (Baca : Tentang Kita (In a Nutshell) | #menujupelaminan eps.1 ) Karena keluarga kita beda pulau (aku pulau Jawa (sunda) dan RRM Sulawesi (bugis)), segala proses pertemuan tentunya harus dilangsungkan secara efisien. Karena kita tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama. Mahal diongkos cyin. Makanya saat silaturahmi nanti kita putuskan untuk langsung melakukan proses khitbah, membicarakan tanggal pernikahan dan perihal lainnya. 

Untuk masalah cicin khitbah nanti, ibu RRM ingin menyiapkan perhiasan khusus untukku katanya, uwuwuwu :") Lucunya, aku dan RRM hunting cincin imitasi sebagai gambaran ukuran jariku. Karena lagi-lagi, hal ini dilakukan karena kami terhalang oleh jarak yang terlampau jauh.

Oya, awalnya cukup sulit mencari ukuran cincin yang pas di jariku, karena jariku memang super kecil wkwk. Saking frustasinya ga ada yang pas, niatnya, kita mau beli cincin imitasi ukuran anak-anak saja. Tapi ga jadi, karena mbaknya bisa menemukan ukuran cincin dewasa yang pas untukku. Yeaaay! 

Untuk harga cicin imitasi ini RRM beli di Sentra Grosir Cikarang dengan harga Rp.40.000,- huft, cukup mahal dan harga tersebut belum dengan kotaknya loh. Tapi gapapalah ya, daripada nanti cincin khitbahnya kegedean kaaan.  

Nah untuk persiapan lainnya kami membicarakan siapa saja yang akan diundang saat khitbah nanti. Awalnya, kami hanya akan melangsungkan khitbah tertutup antara keluargaku dan keluarga RRM. Tapi setelah didiskusikan dengan papah mamah, kami akan mengundang kerabat dan tetangga terdekat, plus ustadz ya. Tentu saja dengan mengundang tetangga seperti ini, kami juga akan menyediakan makan malam. 

Oya, karena perbedaan budaya, lagi. papah dan mamah juga memberikan banyak informasi mengenai prosesi khitbah adat sunda. RRM dibekali informasi bahwa di dalam adat sunda, biasanya si calon akan memberikan cincin dengan filosofi sebagai pengikat yang akan dipakaikan oleh ibunya atau saudara perempuan dari pihak keluarganya. Ia juga baiknya membawa parcel berupa buah-buahan dan kue sebagai bingkisan. Dan disarankan membawa 10% uang yang kemungkinan akan dihibahkan untuk ongkos pesta pernikahan nanti. (Tapi ini ga semua adat sunda gini ya, kami mengadopsi dari acara pernikahan yang biasa keluarga kami langsungkan)

Untuk pakaian sendiri, rencananya aku akan memakai abaya putih dan RRM menggunakan batik. Untuk makeup sepertinya akan menggunakan jasa teman, atau dandan sendiri, cuma ga yakin juga wkwk. Hijab style? pasti tidak akan banyak direka-reka, yang penting menutup dada dan nyaman. Aku juga tidak berniat untuk mendekor rumah, karena sayang aja ah cuma sehari dan bukan perayaan besar. Tapi untuk dokumentasi, aku masih pikir-pikir lagi nih, apakah akan menghire temanku atau meminta jasa adikku. Yang pasti nanti sesuaikan budget dulu deh ya :) 




Tentang Kita (In a Nutshell)

Saturday, May 25, 2019 0 Comments A + a -

Sejak pertengahan kuliah aku memang sudah minta ingin dipinang. Tapi papah mamahku terus menahanku untuk berpikir lagi dan tidak terburu-buru. Karena aku juga perlu menikmati masa muda dan sekolah hingga selesai. Akhirnya aku menuruti permintaan mereka dan karena saat itu memang belum ada calonnya juga sih :") hahaha bodoh ya. Untungnya selama menyelesaikan studi, aku bertemu dan mulai mengenal RRM sebagai senior yang sangat asyik untuk diajak diskusi dan bercerita.

Setelah merasa cocok, aku langsung mengenalkan RRM kepada orang tuaku. Saat itu RRM sudah lulus dan bekerja sebagai manager IT di sebuah start up. Tapi ternyata jabatan manager disebuah start up belum cukup berarti untuk papahku. Papah meminta RRM untuk melamar di perusahaan BUMN. Dan dang, karena satu dan lain hal, RRM resign dan melamar di salah satu anak BUMN, dan diterima. Semudah itu 😌 (beda dengan aku yang melepas status nganggur bisa sampe 5 bulan lamanya hiks hiks)

Meskipun RRM sudah bekerja, jarak umurku dengannya hanya 2 tahun. Karena umurnya yang masih muda, papah mamah masih belum juga mengijinkanku untuk menikah. Belum matang katanya. Dan aku sendiri, masih tingkat akhir saat itu. Yasudah, niatku untuk menikah muda kian hari kian kulupakan. Ku gantikan dengan kesibukan membuat skripsi dan berjualan.  

Namun sekarang, setelah lulus, ternyata niatanku untuk menikah cepat masih juga terhalang wkwkwk. Hal itu dikarenakan masalah finansial keluargaku yang sedang repot. Awalnya aku dan RRM sudah memilih tanggal pernikahan, tapi orang tua mengusulkan tanggal di bulan syawal. Padahal 2020 kami sudah ingin Ramadhan bareng huhuhu tapi apalah daya. Akhirnya kita berdiskusi lagi untuk merencanakan tanggal baru. Sebenarnya perkara memilih tanggal ini tidak akan pasti sebelum melangsungkan khitbah, hingga adanya pertemuan dua keluarga. Jadi segala kemungkinan memang masih mungkin terjadi. 

Sambil menunggu waktu, kami khususnya aku, mulai menonton dan membaca-baca artikel mengenai wedding on a budget. Ya seperti biasa, dalam segala perayaan, aku ingin perayaan yang simpel dan sederhana saja. Lebih baik uangnya di alokasikan ke kebutuhan setelah menikah bukan? Ya tapi namanya menikah, yang diundang bukan hanya teman-temanku dan teman-teman RRM, tapi teman-teman orang tua juga. Jadi memang lebih berat kepada hajatannya orang tuanya sih wkwk usaha yang bisa kulakukan sekarang adalah pintar-pintar bernegosiasi dalam merencanakan pengeluaran.

Mengenai rencana pengeluaran dan persiapan lainnya, akan aku update di postingan selanjutnya ya dengan tagar #menujupelaminan. InsyaAllah. Bagi yang kepo dan sedang butuh informasi tersebut, keep on reading okey wkwk.  Siapa tau kita bisa saling tular informasi vendor yang murce dan informasi tersebut bisa bermanfaat ya kan? :P


Jangan Asal Menyerap dan Menyebarkan Informasi

Wednesday, May 22, 2019 0 Comments A + a -


Pagi ini bangun tidur, grup WA sudah ramai dengan puluhan pesan yang belum dibuka. Tadaaa, benar saja, grup sudah dipenuhi dengan disturbing picture dan video. Jujur, baru bangun dan langsung nonton hal seperti itu, bikin trauma dan panik berlebihan. Terlebih besok aku ada urusan ke Jakarta dan ini bikin aku dan keluarga makin ga tenang. Tapi, ya mari kita lihat situasinya terlebih dahulu. 

Setelah kenyang scroll up chat yang tertinggal, aku mulai cek tagar Instagram mengenai #peoplepower. Oke informasinya gajauh beda dengan informasi di grup WA. Menakutkan. Ga ada satu gambarpun yang berani aku buka. Cuma berani lihat-lihat thumbnail sampai ke bawah aja. Setelah itu aku memutuskan untuk cek informasi dari platform berita yang aku install di hp. 

Awalnya aku agak males baca berita, karena takut informasinya tidak berimbang. Karena bagaimanapun, aku juga tidak membenci orang-orang yang berdemo. Ada beberapa value yang aku dukung dari aksi yang mereka lakukan. Meskipun aku pikir, tentu masih ada strategi dan jalur lain yang bisa dieksekusi. Tapi biarlah, demo juga hak kebebasan berpendapat. Jadi sah sah saja mereka melakukannya. Hanya saja tetap, aku butuh informasi berimbang. Dari pihak keamanan dan juga demonstran.  

Dan ternyata, memang betul, 5 jam yang katanya "mencengkam" itu, dipicu oleh beberapa hal yang menyebabkan pihak keamanan beraksi. Kalo kita tidak berani melihat fakta tersebut, tentu kita akan semakin terprovokasi dan terus playing victim. I know i know, kamu pasti masih membela demonstran kan dan juga menyalahkan media-media yang menggoreng berita semakin hot? Tenang-tenang, sekali lagi mari kita lihat situasinya. 

Memang dibalik media hari ini yang begitu banyak didukung oleh kepentingan, membuat kita semakin antipati dengan hal apapun yang mereka beritakan. Tapi tindakan menyerap informasi dari sumber yang tidak kredibel juga merupakan tindakan yang lebih buruk lagi. Kita perlu membaca situasi secara menyeluruh. 

Baik, tidak perlu percaya 100% kepada media, tapi dengarkanlah opiniku. Dalam satu berita yang dimuat, ada reporter lapangan yang bukan hanya satu orang yang bertugas menangkap berita, ditambah tersedia satu penulis yang menulis berita dari segala informasi yang telah dikumpulkan, dan tentu saja, pasti ada editor yang mengawal berita agar layak untuk dipublikasikan. Dan seharusnya, berita-berita tersebut dijaga karena ada kode etik jurnalistik yang harus diperhatikan. Menurutku beberapa berita juga mendampingi pembacanya agar tidak takut dan panik dengan kejadian yang sedang terjadi. Kalimat preventif ini tentu baik, untuk menenangkan psikologi pembaca yang sedang panik. 

Aku makin menyadari bahwa, menyerap informasi tidak boleh gegabah. Dan menyebarkan informasi juga jangan seenaknya. Perlu tanggung jawab. Karena kita tidak tau efek apa yang akan timbul bagi mereka yang menerima. Bisa jadi trauma, bisa jadi makin brutal. #SaveIndonesia.

Si Aku, Yang Mau Sembuh

Tuesday, April 30, 2019 0 Comments A + a -

Tepatnya kemarin saat perjalanan Tasik - Cikarang, aku banyak merenung kenapa akhir-akhir ini aku sering marah-marah dan menuntut. Terlalu posesif sama pacar. Sering menjauhi orang karena aku ga suka orangnya. Kenapa teman bukannya bertambah malah berkurang. Emang sih aku kayaknya terlalu mengurung diri. Sekarang malah makin bikin tembok dengan ga aktif di sosmed. Ya memang ada sedikit kekhawatiran "teman daring" yang tidak terawat takutnya semakin pergi dan menjauh. Tapi yasudahlah kesehatan mentalku kali ini harus pulih dulu. Kadang kita terlalu yakin dengan dunia yang hyper reality ini. Padahal mereka yang kita pikirkan kan juga belum tentu peduli yas. Nah balik lagi kepada kebiasaanku akhir-akhir ini yang uring-uringan, akhirnya aku mencoba mencari inspirasi, bukan berasal dari ceramah ustadz, tapi dari sebuah podcast di palatform Inspigo. Dan tadaaaaa... i found it!

'

Aku ga menyangka bahwa ada orang yang bisa menjawab semua kekuranganku, menyadarkan dengan lembut dan memulihkan segala perasaan sakit, marah, benci, dengki. Ternyata semua bisa disembuhkan dengan kesadaran pikiran insyaAllah. Yah disini aku sadar ternyata bukan cuma aku yang lelah dengan diri sendiri, yang ingin menghilang, yang benci dengan kehidupan hari ini. Dan aku juga sadar, bahwa hidup ini masih ada harapan.  




Dear Alina..

Sunday, March 24, 2019 0 Comments A + a -




Dear Alina, Sukab itu memang brengsek. Tapi menurutku, tukang pos yang lebih brengsek. Ia menahan sepotong senja yang diambil Sukab selama 10 tahun. Iya Alina, aku tidak menyalahkanmu. Menunggu dan (((tidak))) mencintai Sukab adalah hal yang melelahkan. Kemudian Sukab datang dengan luapan rindu air bahnya itu memang sangat merepotkan. Ah Alina, aku mengerti betul bagaimana kekesalanmu pada Sukab. Dia memang, memang bego, tolol, malang. Begitulah Alina, Sukab telah jauh, tertinggal dan kehabisan waktu. Ketidak pekaan ia terhadap isyrat yang menyebabkan ia membuat bencana ini. 

.
Serasa flashback film The Best of Me yah :") 

Sesak Karena Mencintai Manusia

Thursday, January 10, 2019 1 Comments A + a -


Aku terus bertanya-tanya, mengapa aku bisa mencintai seseorang begitu dalamnya. Ketika kehadirannya tak tampak, lalu aku memanggil-manggil namanya baik langsung ataupun hanya dalam angan. Aku terus bertanya-tanya mengapa aku diberikan perasaan ini? Hingga tersiksa rasanya karena aku begitu ketergantungan karenanya. Sesak rasanya, ketika diabaikan begitu saja oleh orang yang kia cintai. Hingga akhirnya ada jarak antara desakan hati dengan waktu kesendirian, aku tersadar, mungkin Ia simpan perasaan ini untuk jelas aku rasakan agar aku belajar, begitu juga sebenarnya cara mencintaiNya. Agar aku mengerti bagaimana selazimnya seorang makhluk yang perasaan cintanya terbatas bisa belajar juga untuk mencintaiNya, tergantung akan keberadaanNya dan rindu sehingga terus memanggil-manggil namaNya. Oh begitulah seharusnya zikirku terisi, oh begitulah seharusnya tanganku menengadah. 

Meminta PetunjukNya

Wednesday, January 09, 2019 0 Comments A + a -

Supaya kita mau mengerti, kita akan dibuat bingung. Kalau bingung akan gelisah dan mencari tau lalu mengerti. 
Agar aku mengerti apa itu arti meminta pentunjukNya, adalah dengan cara hal yang sama yang telah kusebutkan tadi. Aku baru mengerti, bahwa aku sangat membutuhkan petunjukNya dalam mengarungi kehidupan ini. Aku baru benar-benar mengerti.