Cara Mencari Lowongan Kerja di Internet

Sunday, June 30, 2019 0 Comments A + a -

Halo, sesuai janjiku di Instagram, aku mau berbagi pengalaman soal perjalanan karir pertamaku di blog ini. Dari mencari hingga mulai bekerja selama 3 minggu di kumparan. Tapi karena banyak hal yang akan aku tulis, aku akan bagi obrolan tersebut ke beberapa bagian ya beb. Lumayan panjang soalnya. 

Oya, alasanku menulis seperti ini karena, banyak juga nih ternyata, teman-teman yang masih bingung dan belum lihai melihat peluang kerja di internet. Jadi semoga artikel ini bisa sedikit membantu ya. Langsung aja. Cuss..

Sebelum bertempur untuk apply sana sini, hal yang pertama aku bereskan adalah mengisi profil LinkedIn, membuat CV, menghimpun portfolio, dan menulis cover letter. Mengisi profil LinkedIn itu memang agak tricky. Kita harus sering-sering berkunjung ke profil orang lain untuk mencari referensi dalam menulis deskripsi profil misalnya, dsb. Selain itu, jangan terlalu banyak juga menuliskan pengalaman. Saran aku sih, kamu harus mulai menyeleksi pekerjaan dan pengalaman yang terbaru, termengesankan dan sesuai dengan pekerjaan yang bakal kamu apply saja. Kalau LinkedIn ku sekarang lebih diarahkan ke pengalaman yang berkaitan dengan media online tentunya. 

Sebagai refrensi, ini link ke profil LinkedInku ya, klik aja.

Kalau untuk CV dan portfolio, inspirasiku tidak lain dan tidak bukan berasal dari Pinterest!! Yeay!! Karena emang udah lucu-lucu abis lah. Nah nanti tinggal ikutin aja layoutnya di Photoshop. Kalau mau lebih simpel coba bikin di Canva.com aja ya. Karena banyak templatenya juga. Jadi kita tinggal isi aja gitu deh :) 

Nah kalau cover letter, googling aja, kalau googling usahakan keywordnya pake bahasa inggris, karena aku biasanya ngelampiri cover letter juga pake bahasa inggris. 

Oya, baca-baca juga ya etika mengirim email ke HRD perusahaan. Perhatiin dan praktikan baik-baik deh setelah itu. 

Okey, setelah semua alat tempur siap, baru deh kita cari-cari pekerjaan baik online maupun offline. Kalau online aku cari-cari info di: 

  • Platform jobseeker seperti LinkedIn, Glints, StreetJobs, dll. 
  • Website karir perusahaan bersangkutan 
  • Grup WA/Telegram jobseeker 
  • WA personal ke keluarga dan kenalan
Kalau offline aku hanya pernah datang sekali ke Jobfair. 

Untuk informasi saja ya, aku menganggur lumayan lama loh, sekitar 5 bulan lamanya. Terhitung dari Januari sampai Juni kemarin. Nah selama lima bulan tersebut, aku dapat 4 kali panggilan pekerjaan dari sekian (saking banyaknya aku apply) pekerjaan yang aku lamar. Perusahaan tersebut adalah PKSS (dapat dari Jobfair), ITC (dapat dari job fair), kumparan (lamar di web) dan Angkasa Pura (ikut seleksi BUMN bersama). Sisanya dapat beberapa tawaran pekerjaan dari teman, jadi manager untuk ollshop seniorku dan jadi editor video untuk kak Wardah Maulina. Cuma pada akhirnya, pilihanku jatuh di kumparan. 

Nah, dari sekian cara mencari pekerjaan, aku merekomendasikan jalur daftar di web sih. Karena itu lebih seru aja, dan bisa jadi belum tentu banyak yang tau info lowongan tersebut. Dulu tuh saking gabutnya 5 bulan, aku sering ngunjung web karirnya Kitabisa, Google, WhatsApp, Line, Aksi Cepat Tanggap, perusahaan media tv dan banyak lagi. Gimana caranya? Yaudah kamu ketik aja di google dengan keyword: (perusahaan yang dituju) karir, kumparan karir misalnya, atau google career, dst. Nah disitu bakal muncul posisi-posisi yang kosong dan tahapan applynya. Sebisa mungkin aku apply pekerjaan yang ga populer di LinkedIn atau sosmed pencari pekerja, karena berharap saingannya lebih sedikit hahaha. Karena kalo ngandelin infroman ketiga mah saingannya banyak ceu. Jadi saran aku mah, apply mandiri aja ya lewat web gitu. Dan sesuai dengan pengalaman, ikutan Job Fair juga cepet banget dipanggil interviewnya sih. Jadi kalau ada kesempatan ikut, cobain ikut deh. Selain punya insight baru tentang perusahaan-perusahaan lain, kita juga dapet merchandise lucu-lucu dari perusahaan yang sedang menggelar pameran ahaha. 

Identifikasi Kebiasaan Jelek Saat Bekerja. Ubah!

Wednesday, June 26, 2019 0 Comments A + a -

Dalam dunia profesional, segala hal bisa jadi aspek penilaian. Karena bekerja kan bentuk kerjasama yang dibayar. Jadi agak sensitif gitulah menurutku kalau ada salah-salah dikit. Nah berdasarkan pengalamanku, ini beberapa kebiasaan buruku yang dinotice saat aku bekerja. Aku share ini supaya kita bisa saling belajar ya. Jangan sampai kamu mengulanginya lagi. 

Lamban Mengerjakan Tugas 
Lamban kalo hati-hati dan bisa menghasilkan hasil yang maksimal menurutku aman-aman aja sih. Dan semoga hal yang sedang dikerjakan itu yang timeless, bukan breaking news.Tapi walau tidak bisa mengejar deadline, jangan terlalu ngaret juga, karena ya ini ngehambat teman-teman yang lain. Kalau dalam kasus aku, aku ga bisa begadang, terus ngerjain kerjaannya dipotong weekend, akhirnya aku ngerjain revisi video sampe 4 hari. Udah termasuk revisi ya itu. Lama bangetlah! Padahal seharusnya bisa satu hari. Aku dapat banyak sindiran halus. Tapi karena masih anak baru, aku masih dapat toleransi. Dengan dalih, "ya namanya juga fresh graduate". 

Tidak Fokus 
Bermain hp dan mengobrol saat bekerja, ini riskan banget sih. Sebenarnya aku ingin pembelaan soal ini, karena aku tidak melakukannya untuk hal pribadi. Tapi kan, orang tidak punya banyak waktu untuk diberikan penjelasan. Jadi sebaiknya, daripada kamu browsing kerjaan di hape dan dituduh main hape, sebaiknya browsing di laptop aja ya!! 

Kebiasaan Menginterupsi. 
Aku pernah ditegur soal ini juga saat kuliah. Ditegur oleh teman satu kelompok. Saat itu dia bilang, "Ul, belajar deh ngedengerin orang,". Jleb. Iya karena otakku rasanya random banget, aku selalu pusing dalam mengeluarkan isi kepala. Kayak kurang tertata gitu loh. Alhasil, ke mulut jadinya berisik, karena kalau gitu ga keluar ide sama sekali. Tapi menyela, disaat orang berpikir juga pasti annoying banget. Makanya, aku ditegur kayak gitu.
Nah kejadian ini terulang lagi kemarin, saat aku minta direvisi judul. Padahal aku yang minta direvisi, tapi kenapa aku juga menyela temanku yang sedang berpikir. Akhirnya dia tidak bisa berkonsentrasi, dan menegurku. 

Tambahan lain yang menurutku harus diperhatikan adalah, cara duduk, datang tepat waktu dan jangan kebanyakan nanya. Cara duduk, coba jangan males-malesan meski tempat duduknya terlalu cozy. Karena aku menyadari aja gitu loh, kebanyakan nyender bikin keliatan kita males dan ga serius. Ga baguslah diliatnya. 

Kalau datang tepat waktu, ngertilah ya, itu udah aturan umum banget yang susah dibiasain, apalagi kalau perusahaannya kayak kantor aku, yang ga ada jam kerja pastinya, ya itu mah bener-bener harus mengandalkan kesadaran diri. Tapi ketika dateng telat, kamu harus malu karena kerjaan kamu harus dihandle sama orang lain, dan orang lain belum tentu suka loh digituin. 

Yang terakhir, jangan kebanyakan nanya. Nah ini, selagi bisa cari sendiri, bisa diamati sendiri, bisa diliat flownya, kerjain dulu. Kalau banyak nanya, keliatan banget kita tuh males mikir dan ga teliti. Jadi yaa, biasakan untuk selalu baca dulu sebelum ngomong. 

HUF!

Saturday, June 22, 2019 0 Comments A + a -

Pukul 16.21 WIB, aku masih di kantor dan menulis blog ini karena beberapa task hampir selesai. Jujur aku masih beradaptasi dengan segala kebiasaan di lingkungan baru, khususnya lingkungan profesional, jadi aku masih belum punya waktu untuk bercerita. Yah jangankan bercerita, buat urus persiapan lamaran di rumah aja aku ga bisa. Makanya di injury time ini, aku hanya sekedar ingin melepas segala ketidak jelasan isi hati. Jujur degdegan.

Hahahaha tapi aku gatau mau nulis apa juga sih.
T________________T
Aku takut.