#1Day1Ayat : Bagaimana Mau Mendengarkannya Baik-Baik Kalau Tak Mengerti

Tuesday, June 14, 2016 0 Comments A + a -

Ayat ini mulai populer pertama kali saat Alvin menjadi mediator sambung ayat di Hafiz Indonesia.
Karena suaranya yang merdu, perkataan ini mulai menjadi perhatian orang-orang.
Roy's Artwork
 
"Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkan baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S Al-Araf : 204)  

Baca Punya Ukhti Fira :

Dalam ceramahnya, Ustad Nouman Ali Khan pernah mengutarakan kekhawatirannya pada umat Islam saat ini.
Ahli Kitab dulu adalah orang-orang yang mencintai kitabnya, membacanya tapi tak mengerti maksudnya sehingga mereka termasuk orang-orang yang ingkar.

Apa bedanya dengan kita saat ini? Orang-orang juga mulai menghapalkan Quran, mulai mencintainya, membacanya dengan giat dan dalam jumlah yang banya, tapi ketika Al-Quran diperdengarkan kepada kita, air mata tak setitik pun mengalir dari kelopak mata kita, keimananpun tidak bertambah dalam hati kita. Yang ada kita menguap dan garuk-garuk kepala saja. 




Aku jadi teringat dengan perkataan Ustad Nouman ini :
“There are millions of us all over the world and billion even we get together in Ramadhan and standing than listen to the Quran being recited but the vast majority of us that vast majority of us have no idea what just happened. No clue! And i don’t blame you but i don't blame you, but i do say I WILL BLAME YOU IF YOU DON’T CARE”
“If a messanger has come to you he’s giving you this ayah he’s reciting the one to you AND YOU DONT EVEN CARE TO UNDERSTAND then its your fault”

Membacanya kita, menghapalnya kita, mendegarnya kita terhadap ayat-ayat Quran semata-mata adalah sebuah usaha untuk membuat kita lebih mengerti terhadap apa yang dikandungnya. Aku bukan bermaksud untuk menggurui bahkan menghakimi, tulisan ini juga sebenarnya adalah sebuah intropeksi sekaligus mengutarakan kegelisan yang aku rasakan saat ini. Aku sering menolak untuk membaca Quran banyak-banyak secara maraton kalau aku tidak mengerti maksdunya sama sekali. Seolah-olah membaca Quran hanya sebuah ritual saja. 

Maka dari itu aku mulai menghapal Quran agar aku mulai bisa MENGENALI keberadaan setiap ayat yang ada dalam Quran juga agar aku mulai semakin mengerti maksud ayatnya dengan membacanya secara berulang-ulang dan pelan-pelan. Aku ingin, ketika Quran dibacakan nanti, aku bisa merasakan nikmatnya, bisa merasakan rahmatnya dan tentu bisa menggerakan hatiku agar aku bisa mengamalkannya.  


Telkom University - Ilmu Komunikasi (Broadcasting)
Scriptwriter | Journalist | Editor | Pejuang Quran, She is