Jeda

Saturday, February 10, 2018 0 Comments A + a -

Hari ini setelah ikut test murottal di ITB, yang berjalan lancar namun ternyata banyak sekali huruf ghorib yang missed, aku menunggu kaka depan masjid untuk menjemputku. Sambil menunggu, ada seorang bapak yang mengaku orang Jakarta, butuh bantuan untuk pulang, namun karena aku memasang defense (takut modus penipuan), aku mengaku tidak punya uang. Padahal? Aku punya. 

Setelah beliau benar-benar berangkat membawa dua tas besar, dan satu botol air hangat penuh, aku merasa bersalah sekali tidak bisa membantu. YaAllah padahal aku banyak sekali dibantu hari ini olehMu, tapi mengapa aku begitu kikir. Aku mengejarnya untuk menukar uang, tapi entah kenapa aku justru bolak-balik depan masjid, kikuk. Dan akhirnya, punggung sang bapak tak terlihat lagi. Aaah sedih. 

Kemudian, terus dalam usaha menombak waktu, aku membaca dua komik webtoon favoritku. Tapi kedua telingaku juga menangkap pembicaraan seru para konseptor yang sedang melingkar depan masjid. Tubuhku semakin dingin diterpa angin, dan aku menarik pikiranku kembali ke kampus bahkan sebelum jasadnya sampai kembali disana. Lalu aku tersadar, setiap orang dijatah waktu yang sama, melakukan hal yang berbeda-beda. Ada yang semakin mengukir kemenangan, ada yang hanya berpangku tangan. 


Telkom University - Ilmu Komunikasi (Broadcasting)
Scriptwriter | Journalist | Editor | Pejuang Quran, She is