#Tips : Halo Blogger Beginners! It's Normal to Take a While

Friday, June 30, 2017 0 Comments A + a -

"Aku adalah orang yang kurang banyak membaca, sehingga banyak sekali istilah-istilah ilmiah yang tak aku kuasai dalam mengungkapkan isi pikiran. Hal ini, untuk sebagian disebabkan karena pendidikan sekolah yang kutempuh selama ini berada di luar lingkungan ilmu pengetahuan sosial, selain sebagian juga disebabkan oleh penguasaan bahasa Inggris – apalagi bahasa-bahasa asing lainnya – yang sangat kurang. Literatur-literatur asing sedikit sekali yang bisa kubaca dan itulah sebagian sebabnya, metodologi keilmuan tidak saya kuasai dengan baik. Aku tidak memiliki modal ilmu. Yang kumiliki hanyalah nafsu atau emosi untuk berfikir terus mencari kebenaran dan berusaha terus menegakkan kejujuran dan kebaikan. Karena itulah pikiran-pikiran yang kukumpulkan dalam tulisan-tulisan lebih banyak sebagai suatu analisa ilmiah. Kebanyakan dari isi pikiranku adalah sekedar hasil dari renungan-renungan sewaktu makan, tiduran, naik sepeda, jalan kaki sepanjang jalan raya, nonton filem, naik spur dan lain-lain tanpa suatu basis ilmu." -ditulis oleh Arip dipostingannya yang berjudul "Yang Penting Bagiku Adalah Dialog"
Yang jenius adalah mereka yang mampu menyampaikan hal rumit menjadi sesuatu yang mudah dicerna. Make it simple. Tapi masalahnya, kita para penulis, cinta estetika kata dan haus akannya. Begitu seleraku. Sehingga menulis menjadi begitu sulit karena yang menjadi panutan adalah sastrawan seksi dengan komelakannya memilih diksi.  

But, the world can not waiting longer 
Ketika kita terus menunda, kita akan tergilas waktu. Cepat atau lambat dunia tidak lagi memberikan tempat untuk kita. Walau setiap orang punya masa untuk mekar, tapi ia tetap punya masanya. Kita tak pernah tau apakah masa itu sedang terjadi atau sudah lewat kalau kita belum mencobanya bukan? Kita hanya bisa menantang selera kita yang meminta tidak-tidak. Walau maunya sebagus idola bahkan melampauinya, kita harus tetap sadar karena kenyataannya, kemampuan diri hari ini belum sanggup mengayomi dan ini sungguh sesuatu yang timpang yang harus diterima. Sabarlah, yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berproses. Menghabiskan jatah gagal dalam berlatih, yang merupakan kemewahan masa muda terhadap waktu luang.


Bagaimana cara memulai menulis di blog?
1. Menulis apa yang dekat denganmu,  apa yang kamu suka. 
2. Tidak usah pedulikan jumlah pembacamu, baik buruk cara menulismu, itu tidak akan membuatmu masuk penjara ketika melanggarnya! 😝
3. Persistance. 
4. Take care and be curious

Ketika sudah sampai tahap dimana kamu memiliki sense of belonging terhadap blogmu, maka kamu akan mulai merasa bertanggung jawab untuk mengurusnya, bagaimana membuatnya berjalan lebih jauh lagi, karena kamu mulai menyayanginya sebagai media yang membantumu tumbuh berkembang. Selain itu, dorongan untuk terus memperbaiki segala kualitas yang ada di blogmu juga terjadi karena ada banyak pembacamu yang mulai tak sabar menunggu tulisan-tulisanmu itu. Tidak akan tega hati ketika kamu hanya menyuguhkan tulisan dan tampilan yang seadanya saja atau bahkan mereka mendengar kamu berhenti begitu saja, dengan alasan sudah tak mampu lagi menjadi manusia kreatif. Hadeh alasan. 
Maka lupakan dulu idealisme menjadi seorang penulis, karena memang disinilah kesabaran kita diuji. Orang-orang besarpun tumbuh dari tumpukan-tumpukan karyanya yang mungkin ia sendiri diawal merasa muak dan merasa bahwa yang ia ciptakan adalah sampah. Tapi apa boleh buat, itulah proses dari buah cantik yang dipamerkan sekarang. Agung Hapsah menciptakan 200 video lebih dari 70an video yang telah diunggahnya di Youtube. Begitu juga Casey Neistats menghabiskan 9 tahunnya untuk mendalami dunia perfilman sampai Youtube Channel kerennya launching dan dikenal banyak orang seluruh dunia. Ya itulah! Mari sama-sama going extra miles! Mari sama-sama menyemangati! :)


Telkom University - Ilmu Komunikasi (Broadcasting)
Scriptwriter | Journalist | Editor | Pejuang Quran, She is