Gimana Hari Pertama Kerja?

Monday, April 19, 2021 0 Comments A + a -

Notebook by Free-Photos from Pixabay

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Pemberi Rezeki. Bulan ini, setelah 10 bulan menganggur, akhirnya aku dapat kerjaan juga dengan posisi yang sama seperti di kantor sebelumnya, Video Journalist di kanal 20detik, detikcom. 


"Kok detikcom ul? Bukannya anak-anak detik banyak yang pindah ke kumparan ya? 
Kalau kata Mas Nanang (HRD detikcom) nih, it's about the right person at the right time at the right placeWhy no to try gak sih kalau di depan udah dikasih kesempatan? 

Terus waktu awal-awal kena layoff, aku kan sempet ke psikolog untuk konsultasi dan coba kontemplasi di mana nih part yang harus aku improve, dan satu hal yang dibilang sama psikologku, "Ul, saat ini bukan berarti kamu gagal, coba aja terus di manapun itu. Gak semua kondisi sama kok."  

Dan ternyata bener sih apa yang dibilang psikologku itu. Aku sempet ada trauma soal first impression, jadi agak hati-hati banget nih soal ini, tapi ternyata hari pertama kerjaku di sini alhamdulillah berjalan mulus. Banyak banget improvement yang aku rasain dibanding saat aku masuk pertama kerja dulu. Bukan, bukan tentang lingkungannya, tapi tentang dorongan dari internal diri. 

Hari Pertama Kerja saat Fresh Graduate

  • Punya kenalan teman satu kantor (itu juga direkomendasiin Kak Rahmat) tapi gak difollow up.
  • Gak banyak cari tau tentang jobdes pekerjaannya sebelum masuk, menunggu arahan.
  • Gak proaktif, malu-malu. 

Hari Pertama Kerja saat Ini
  • Mengisi waktu kosong sebelum bekerja dengan belajar mandiri yang berkaitan dengan bidang yang aku tekuni (baca buku dan ikut pelatihan online) 
  • Membangun mindset self growth dan membuat career plan untuk setahun kedepan. Supaya ada target yang bisa dicapai.  
  • Jujur soal kelebihan dan kekurangan saat interview user. Ternyata ini membantu banget saat hari pertama kerja, user bisa assesment kekurangan apa aja yang harus ditambal (dengan penugasan dan pelatihan).  
  • Approach ex senior detik, teman seperjuangan dan senior di divisi. Tanya-tanya soal kantor dan juga kerjaan sehari-hari. 
  • Latihan skill yang dibutuhkan sebelum masuk kerja (ini bantu ningkatin kepercayaan diri juga ternyata, karena kita akan ngerasa mampu buat jalanin tugas sehari-hari) 
  • Banyak bertanya berkaitan pekerjaan agar bisa dapat insight-insight sebelum bertempur. 
  • Mencatat semua hal penting termasuk tugas dan tips-tips. 

Well, meskipun posisinya sama, tapi effort dan pegorbanan yang aku kerahkan untuk sampai titik ini tuh lebih dari sebelumnya. Kalau bukan karena kehilangan, mungkin aku gak banyak belajar.  

Maka benar apa yang disabda Rasulullah, bagi muslim itu semua perkara adalah baik. 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Semoga postingan ini sedikit banyaknya bisa membantu teman-teman yang lagi berjuang untuk membangun karir di usia 20nya yaaa! See you di cerita-cerita selanjutnya. 


Telkom University - Ilmu Komunikasi (Broadcasting)
Scriptwriter | Journalist | Editor | Pejuang Quran, She is